HARI BATIK NASIONAL YANG MUDA YANG BERBUDAYA

PALI.Kawuladesa-Pemuda adalah pewaris dan penerus tradisi dari sebuah kebudayaan. Maju dan berkembangnya sebuah kebudayaan tak lepas dari minat dan animo anak muda pada sebuah kebudayaan.Minat anak muda pada tradisi warisan leluhur akan akan berimbas pada maju dan berkembangnya sebuah tradisi atau sebuah kebudayaan mengikuti perkembangan jaman.
Pemuda dengan segala potensi dalam dirinya akan mampu menghasilkan cara baru untuk mempertahankan dan mengembangkan identitas suatu budaya,sama halnya seperti yang dilakukan Anggeng Kurniawan yang berkeinginan membawa salah satu kearifan budaya yang ia gemari,
ke kancah nasional.
Remaja kelahiran tahun 1999 berkeinginan besar untuk memperkenalkan budaya kearifan lokal dan salah satunya memperkenalkan batik tulis yang merupakan aset daerah penukal abab lematang ilir (PALI) pada khususnya dalam ajang kesenian dan kebudayaan.Batik yang resmi di akui UNESCO sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia pada tanggal 2 Oktober 2009 yang kemudian di tetapkan sebagai hari batik nasional.

                  Proses mempola batik

Saat di temui awak media pada hari selasa(02/10/18) di Sanggar Evolusi tempatnya berkegiatan membatik ,yang beralamat di Gg masjid no 24 kelurahan Pasar Bhayangkara ,yang bertepatan dengan hari batik nasional,ia mengaku bangga jika kelak ia dapat memperkenalkan budaya tersebut.
“banggalah kita sebagai pemuda asli daerah dan tentunya kita punya tanggung jawab yang besar untuk melestarikan budaya kita dan memperkenalkannya pada dunia”,
Anggeng juga menuturkan bahwa generasi muda terutama putra dan putri daerah harus memiliki kesadaran yang kuat untuk ikut andil dalam pelestarian budaya daerah. “kita ini sebagai putra dan putri jangan mau kalah dengan moderenisasi yang semakin hari semakin menggerus kearifan budaya lokal kita”.Untuk tujuannya itu ia bersedia menularkan keahliannya kepada siapa saja yang berminat.

  1.              Proses penyantingan

Di sanggar evolusi ia berkegiatan dengan peralatan dan bahan yang ia datangkan dari pulau Jawa, hal inilah yang menjadi kendala walau tak begitu berarti tapi cukup mengganggu, Sulitnya mendapatkan bahan baku yang tidak tersedia di daerah kita.(jes) 

Artikel Terkait

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *