Patung Kuda Karta Dewa

IRWAN IBRAHIM Kepala Desa (Terbaik) Karta Dewa 2016

Berdayakan LU Produktif melalui Kelompok Tani Mandiri

Teks   : Herman Tais

Editor : Baher Zein

Foto    : Doc. Irwan Ibrahim

Engan menjadi beban keluarga di masa tua, dua kelompok tani di Desa Karta Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang beranggotakan perempuan jelang usia “kepala enam” memilih aktifitas luar ruang dengan bertani jagung, palawija dan tanaman tumpang sari lainnya.
 
PALI – kawualadesa.com. Empat tahun sudah dilalui Irwan Ibrahim menjadi seorang Kepala Desa Karta Dewa. Desa yang semula dikenal dengan Batang Hari Siku ini, berada dalam wilayah Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir,(PALI) Provinsi Sumatera Selatan dengan salah satu potensi infrastruktur peninggalan era 70-an yakni berupa pintu air bendungan Batang Hari Siku seluas 60 hektar.
Potensi inilah yang kemudian dikelola masyarakat sekitar menjadi sumber air untuk becocok tanam jagung dan palawija dengan pola tanam tumpang sari seperti yang dilakukan kelompok tani Lanjut Usia (LU) binaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Karta Dewa. Terdapat dua kelompok tani LU yang saat ini telah melakukan kegiatan dengan tujuan kemandirian, mereka tak ingin dalam usianya yang rata-rata di atas 50-an dan bahkan ada yang “berkepala enamn” hanya menjadi beban dalam keluarga. Hasil tani tersebut tentu memberikan income tersendiri bagi kelompok tani LU, selain dijual pemenuhan kebutuhan sayur mayur keluarga sudah bisa teratasi dari kebun mandiri tersebut.

Continue reading “Patung Kuda Karta Dewa”


— Dadang Lesmana; Jeramba Gantung Pagar Batu —

Perjalanan selama 5-6 jam dari Palembang menuju ke arah Bengkulu, setelah melewati Ogan Ilir, Prabumulih, Muara Enim dan Lahat, tibalah kita di sebuah Dusun bernama Pagar Batu. Dusun sederhana yang masuk ke dalam wilayah administrasi Kota Lahat. Tak ada yang istimewa dari dusun ini. Seperti halnya dusun-dusun lain di Sumatera Selatan, kondisi wilayah yang berbukit, rumah-rumah panggung kayu dengan kebanyakan penduduknya yang sehari-hari bekerja berkebun kopi.

Yang unik dari Dusun Pagar batu adalah letaknya yang berada di seberang sungai Lematang yang lumayan lebar. Dari jalan raya, satu-satunya akses menuju Dusun adalah melewati sebuah jembatan gantung yang panjangnya mencapai 360 meter.

Sebagai satu-satunya akses, jembatan gantung tersebut menjadi sangat penting bagi warga dusun. Menurut keterangan salah seorang warga, setiap dua tahun sekali, mereka bekerja bakti mengganti lantai papan jembatan, yang biasanya menghabiskan 14 meter kubik papan yang mereka produksi sendiri dari pohon-pohon tua yang sudah tidak produktif. Sejak dibangun tahun 1980, sudah dilakukan dua kali pergantian seling baja berdiameter 5 cm yang menjadi kekuatan utama jembatan tersebut. Semua dilakukan secara swadaya.

Pagar Batu adalah salah satu daerah penghasil kopi. Dari hasil kebun kopi inilah warga Dusun Pagar Batu dapat membangun dan merawat jembatan gantung yang menghubungkan mereka dengan dunia luar; menjual hasil kebun, bekerja dan bersekolah.

Perjalanan dari Palembang menuju Lahat banyak melewati jembatan-jembatan panjang semacam ini. Sumatera memang terkenal dengan sungai-sungainya yang lebar.

Continue reading “— Dadang Lesmana; Jeramba Gantung Pagar Batu —”

SELAMAT DATANG DI FORUM ASPIRASI KAWULA DESA

          Istilah pemberdayaan masyarakat sebagai terjemahan dari “empowerment” mulai ramai digunakan dalam bahasa sehari-hari di Indonesia bersama-sama dengan istilah “pengentasan kemiskinan” (poverty alleviation) sejak digulirkannya Program Inpres No. 5/1993 yang kemudian lebih dikenal sebagai Inpres Desa Terting-gal (IDT).

          Sejak itu, istillah pemberdayaan dan pengentasan-kemiskinan merupakan “saudara kembar” yang selalu menjadi topik dan kata-kunci dari upaya pembangunan.

          Hal itu, tidak hanya berlaku di Indonesia, bahkan World Bank dalam Bulletinnya Vol. 11 No.4/Vol. 2 No. 1 Oktober-Desember 2001 telah menetapkan pemberdayaan sebagai salah satu ujung-tombak dari Strategi Trisula (three-pronged strategy) untuk memerangi kemiskinan yang dilaksanakan sejak memasuki dasarwarsa 90-an, yang terdiri dari: penggalakan peluang (promoting opportunity) fasilitasi pem-berdayaan (facilitating empowerment) dan peningkatan keamanan (enhancing security).

          Lalu bagaimana dengan posisi media? “Peran media harus diletakkan secara ideal, diantaranya dalam memperkuat demokrasi nasional, pendidikan, pembentukan karakter bangsa dan pelestarian budaya,” kata Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Judhariksawan pada pertemuan Global Media Forum di BNDCC Nusa Dua Bali, Selasa (26/8)

          Kawuladesa hadir sebagai wujud gerakan sosial yang dapat menciptakan interaksi tanpa batas dengan dunia luar sebagai upaya pemeberdayaan masyarakat.

Selamat membaca…

Salam Redaksi